Alquran dan Bible bersaksi: Natal dan Tahun Baru (Masehi) Bukan Kelahiran Yesus

Saat ini, banyak orang yang menyangka bahwa Natal merupakan hari kelahiran Yesus. Begitu pula penanggalan Masehi. Nama penanggalan ini ternyata diambil dari kata Al Masîh, yang merupakan serapan dari kata Masaha-yang berarti ia menyapu bersih dari kotoran dan barang itu dengan tangannya; ia mengurapinya (menggosoknya) dengan minyak; ia berjalan di muka bumi; dan Tuhan memberkatinya. Sedangkan nama lain dari Almasih adalah Messiah (Inggris) dan Masyiah (Ibrani) yang artinya orang yang diurapi.

Kesaksian Alquran
Dalam Alquran, Allah Ta’ala berfirman Mengenai kelahiran Yesus:

Fajâ-a hal-makhôdhu ilâ jid’in-nakhlat(i). Qôlat yâ laytanî mittu qobla hâdza wa kuntu nasyan mansiyyan. (QS. Maryam [19]:24).

“Maka rasa sakit melahirkan anak memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal pohon kurma; ia berkata “Aduhai alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.”

Selanjutnya, dalam Surat yang sama pada ayat 26, disana difirmankan:

“Wa huzzî ilayka bijidz’in-nakhlati thusâqith ‘alayka ruthoban janiyyan”

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”

Dari kedua ayat tersebut kita bisa mengambil satu poin bahwa ketika Yesus dilahirkan, ketika itu pohon kurma sedang berbuah (matang). Hal ini menunjukkan bahwa Isa a.s. lahir ketika musim buah-buahan di Yudea.

Kapan musim buah-buahan di Yudea itu? [Dalam buku Dictionary of Bible oleh Dr. John D. Davis dalam kata Year disebutkan] Musim ketika kurma menjadi matang adalah pada bulan Elul. Nah, Bulan Elul ini adalah satu nama bulan dalam penanggalan Yahudi. Ternyata bulan tersebut bertepatan dengan Agustus sampai September (Lihat Commentary on the Bible oleh Peake).

Kesaksian Bible (Perjanjian Baru)

Selain itu, dalam Perjanjian Baru yang menceritakan mengenai kelahiran Yesus, disana disebutkan, “Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam” (Lukas 2:8).

Jadi berdasarkan ayat Bible di atas, ketika Yesus dilahirkan, ada gembala-gembala yang tinggal di padang rumput menjaga kawanan ternak di waktu malam. Berdasarkan fakta ini, Yesus bukan di lahirkan pada bulan Desember atau awal Januari saat itu di Yudea
berlangsung musim dingin dan suhu udara di Yudea saat itu sangat rendah dan bersalju.

Setelah diadakan riset, ternyata Hari Natal (25 Desember) yang dianggap sebagai kelahiran Yesus, [menurut Encyclopedia Britanica (15th edition, vol. 15 page 642 & 642A) pada kata “Christmast”] ditetapkan mulai 340 Masehi oleh para gerejawan. Latar belakangnya adalah mereka memilih hari Solstice
(hari balik matahari) di musim dingin karena hari itu merupakan pesta rakyat yang terpenting.

[Dalam “Chambers Encyclopedia” pada kata “Christmast” juga mengatakan bahwa] Hari balik matahari di musim dingin dianggap sebagai pesta orang-orang Musyrik memperingati Solstice. Gereja yang tidak mampu menghapuskan pesta rakyat ini, memberi rona ruhani sebagai hari lahir Matahari Kesalehan.

Jadi berdasarkan fakta-fakta di atas, maka Natal dan Tahun baru sebenarnya ternyata bukan memperingati kelahiran Yesus, akan tetapi merupakan warisan orang-orang penyembah Matahari. Apakah kita juga ikut merayakannya? []

Referensi: Skripsi “Hubungan antara Kewafatan Nabi Isa a.s dengan Turunnya Kembali di Akhir Zaman” karya Isa Mujahid Islam.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s